GERAKAN MEMAKSAKAN OPINI DAN RENCANA MAKAR YANG GAGAL

GERAKAN MEMAKSAKAN OPINI DAN RENCANA MAKAR YANG GAGAL
 
Beberapa kali, para kampret berusaha memaksakan opini dan menggerakkan massa yang nampaknya bertujuan makar. Karena dari apa yang diutarakan sangat jelas bahwa mereka menginginkan presiden turun atau diganti.
 
Gerakan memaksakan opini dan rencana makar yang gagal ini adalah :
 
1. AKSI #2019GANTIPRESIDEN
 
Dengan mengatasnamakan demokrasi, mereka bukan lagi sekedar melakukan deklarasi #2019GANTIPRESIDEN melainkan berusaha memaksakan opini bahwa #2019GANTIPRESIDEN. Bahkan ini bukan lagi menjadi sebuah opini, melainkan menjadi sebuah gerakan.
 
Dan aksi ini gagal karena banyak masyarakat di berbagai daerah menolak mereka melakukan deklarasi.
 
2. OPINI TENTANG DOLLAR DAN MENGGALANG GERAKAN / AKSI SEPERTI TAHUN 1998
 
Para kampret berusaha membangun opini bahwa jika nilai dollar menembus Rp 15.000 maka ini akan membahayakan negara. Dan para kampret mencoba mengangkat kembali peristiwa 1998 dan kemudian berusaha melakukan aksi.
 
Namun opini dan aksi ini gagal ketika 5 ekonom dan praktisi, termasuk ekonomi senior yaitu Kwik Kian Gue, menyatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil disertai dengan fakta bahwa inflasi masih terkendalikan.
 
3. OPINI TENTANG UU NO. 42 TAHUN 2008
 
Para kampret nampaknya tidak sabar menginginkan Jokowi turun dari jabatan Presiden. Dan mereka melakukan aksi bahwa Jokowi harus turun jabatan sebagai Presiden dengan mengacu UU No. 42 tahun 2008.
 
Namun opini dan gerakan ini dengan mudah dipatahkan ketika disodorkan fakta bahwa UU No. 42 tahun 2008 itu tidaklah berlaku lagi ketika dikeluarkan UU No. 7 tahun 2017 tentang PEMILU. Terlebih lagi ketika pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, turut angkat bicara mengenai hal ini.
 
4. OPINI TENTANG ANTI ULAMA
 
Dulu-dulu para kampret sering kali mengangkat opini bahwa Jokowi itu anti ulama. Dan kemudian mereka melakukan aksi dengan mengangkat isu ini.
 
Dan lagi-lagi opini dan aksi ini gagal ketika Jokowi mengangkat Ma’ruf Amin sebagai cawapres.
 
Bukan hanya itu, bahkan kini ulama-ulama yang dikenal berada dalam kubu 212 pun mulai bergabung ke kubu Jokowi. Berita terakhir adalah Yusuf Mansur pun turut bergabung ke dalam kubu Jokowi.
 
———-
 
Namun demikian, yang namanya kampret ya tetap kampret. Isu basi pun tetap mereka angkat dan sebarkan. Yang namanya kampret kan hidup di malam hari, jadi mereka akan melakukan aksi ketika kondisi gelap. Gelap di sini adalah kondisi ketiadaan cahaya, kondisi berada dalam kebodohan. Itulah mengapa mereka tetap berusaha mengangkat isu basi. Hal ini karena mereka masih meyakini bahwa orang yang “berada dalam kegelapan” (baca : bodoh) masih dapat dimanfaatkan dan diprovokasi. Dan mereka melakukan itu semua dengan mengatasnamakan demokrasi. Padahal sesungguhnya mereka itu sendiri antidemokrasi,
Untuk mengatasi pembodohan dan “rencana makar” yang mereka lakukan adalah dengan melakukan pencerdasan, dengan memberikan argumentasi yang kuat, kepada masyarakat seluas-luasnya. Dan selemah-lemahnya yang dapat kita lakukan adalah berdoa : “Ya Allah, siapa saja yang bermaksud buruk terhadap bangsa ini, tahanlah dia. Dan siapa saja yang memperdaya bangsa ini, gagalkan dia.” Meskipun doa adalah selemah-lemahnya yang dapat kita lakukan, namun ia bisa menjadi kekuatan yang paling kuat, karena kita menyandarkannya kepada Yang Maha Kuat, Allah SWT. Semoga Allah senantiasa menggagalkan meeka-mereka yang hendak berniat jahat kepada bangsa ini, senantiasa melindungi bangsa ini dan mensejahterakan bangsa ini. Aamiin. Allahuma shali ‘ala Muhammad wa aali Muhammad.

Salam NKRI

Max Hendrian Sahuleka

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *